No icon

News

Hadiah HUT RI ke-75, Satgas Nemangkawi SUKSES Menumpas Hengky Wanmang Pimpinan KKB Markas Kalikopi Tembagapura...

Poros.news - Tim Gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Nemangkawi berhasil melumpuhkan salah satu satu Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Hengki Uanmang di Timika, Papua, Minggu (16/08/2020). 

Diketahui juga jika Hengki Uanmang berhasil ditemukan dan dilumpuhkan oleh Satuan Tugas Operasi Nemangkawi di markas KKB Kalikopi, Timika, Papua. 

"Tim Satgas Nemangkawi sukses melumpuhkan Hengki Uanmang yang aksinya sudah lama meresahkan masyarakat," ucap Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat Press Conference di Mapolda Papua. 

Kapolda Papua juga menjelaskan jika kekuatan anggota baik dari TNI maupun Polri yang diterjunkan untuk menegakkan hukum terhadap gangguan keamanan kelompok kriminal bersenjata di Papua dan Papua Barat berjumlah 288 personel. 

"Ada 288 personel yang tergabung dalam Operasi Nemangkawi tersebut," kata Kapolda Papua. 

Satuan Tugas Operasi Nemangkawi melakukan beberapa prosedur operasional, lanjut Kapolda Papua, di antaranya yakni pertama-tama melaksanakan infiltrasi darat dengan sasaran markas Kalikopi mulai Rabu (12/08/2020) melalui rute dan koordinat yang sudah ditentukan sebelumnya. 

Kemudian Tim Gabungan TNI-Polri tersebut, lanjut Kapolda Papua, berhasil tiba di markas Kalikopi pada Minggu (16/08/2020) kemarin. 

"Hengky Wanmang telah dinyatakan meninggal dunia setelah dilakukan identifikasi oleh pihak terkait dengan mencocokkan keterangan tersangka yang sudah diamankan sebelumnya dengan cara menunjukkan foto Hengky Wanmang," kata Kapolda Papua. 

Hengky Wanmang ini sebenarnya, lanjut Kapolda Papua, pasca Theni Kwalik yang merupakan Panglima Makodam III Kalikopi meninggal dunia tahun 2018 lalu, bersama Joni Botak langsung mengambil alih peran sebagai pimpinan KKB Kalikopi. 

"Hengky Wanmang juga orang yang sudah merekrut banyak anggota KKB di Pegunungan Tengah untuk masuk ke Tembagapura dengan tujuan menganggu aktivitas masyarakat di areal PTFI," lanjut Kapolda Papua. 

Selain itu, Hengky Wanmang ini juga pernah diamankan terkait aksi Penembakan di areal PTFI pada tanggal 11 hingga 15 Juli 2019 lalu. Akibat dari aksi dari Hengky Wanmang, ucap Kapolda Papua, 2 orang meninggal dunia, 1 di antaranya merupakan WNA asal Australia dan 11 orang lainnya mengalami luka yang cukup parah. 

"Sebenarnya masih banyak lagi aksi yang telah dilakukan oleh Hengky Wanmang. Tahun 2017 lalu, menyandera masyarakat dan karyawan PTFI di Kampung Banti dan Kampung Kimbeli Tembagapura. Februari 2018, membakar ID Card Karyawan PTFI. Maret 2018 membakar SD Banti dan RS Banti di Kampung Banti, Tembagapura. Desember 2017, menembak iring-iringan Triler di Tembagapura. Maret 2020 yang kemarin, merencanakan aksi penembakan yang menewaskan 1 orang dan melukai 2 orang lainnya. Jadi, sangat banyak sekali aksi yang sudah dilakukan oleh Hengky Wanmang ini," tegas Kapolda Papua.

Setelah memastikan Hengky Wanmang meninggal dunia, ucap Kapolda Papua, Tim Gabungan TNI-Polri juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti. 

"Barang bukti di antaranya sepucuk Senjata Api Rakitan, sepucuk Sejata Api Jenis Revolver, sebuah Air Sotf Gun Merk JERICHO, 381  butir peluru tajam berbagai kaliber, 28 Butir Peluru Karet Cal 5.56 MM, sebuah Magasen Air Soft Gun bertuliskan CAL 4,5 MM, 4 buah Magasen SS1, sebuah Magasen AK 101, Uang tunai senilai Rp 22.467.100, selembar Uang Dolar Singapura Pecahan $2, selembar Uang Ringgit Malaysia Pecahan RM1, 3 lembar bendera bintang kejora, 7 buah HP SAMSUNG Android , 3 buah HP VIVO Android, sebuah HP OPPO Android, 5 buah HP Nokia, sebuah HP Samsung, sebuah HP ICERI, sebuah HP ALDO, 3 buah Kampak, 9 buah Parang, 9 buah Dompet, 3 buah Senapan Angin, 18 buah Bagian Senapan Angin (Pompa), sebuah Teropong merk SHARP, sebuahh Senter Merk SWAT POLICE, sebuah Senter Merk VANSLAR, 2 buah Buku Tabungan Bank Mandiri An. APIAR KUM, sebuah kartu ATM Bank Mandiri dan berbagai dokumen lainnya," tegas Kapolda Papua. 

Berbagai kendala yang dihadapi oleh Satuan Tugas Operasi Nemangkawi juga tidak sedikit, lanjut Kapolda Papua, mereka dihadapkan dengan kondisi medan pegunungan, lembah, sungai dan hutan yang lebat. 

"Pasca dilakukan penegakkan hukum, beberapa pasukan KKB yang sebelumnya berada di markas Kalikopi langsung melarikan diri secara terpisah. Kemudian, Tim Gabungan TNI-Polri saat ditarik dari titik bongkar menggunakan Helicopter dari arah atas markas Kalikopi mendengar suara tembakan sebanyak 2 kali, sehingga Tim juga mengambil keputusan untuk tidak kembali melakukan evakuasi Hengky Wanmang," ucap Kapolda Papua. 

Keberhasilan Tim Gabungan TNI-Polri nampaknya tidak hanya sampai di sini, lanjut Kapolda Papua, Tim Gabungan TNI-Polri akan melakukan penyelidikan tingkat lanjut untuk mengungkap jaringan KKB Hengky Wanmang yang belum tertangkap. 

"Selain itu, Tim juga akan melakukan penegakkan hukum terhadap jaringan KKB kelompok Hengky Wanmang ini," kata Kapolda Papua. 

Perlu diketahui juga bahwa saat Tim Gabungan TNI-Polri melakukan penarikan pasukan dari markas KKB, mile 69 PTFI terjadi penembakan ke arah Helypad.

"Sehingga Tim langsung melakukan pengamanan di area tersebut," lanjut Kapolda Papua. 

Kontak tembak di Mile 69 PTFI, lanjut Kapolda Papua, menyebabkan 3 kelompok KKB terluka akibat terkena tembakan dari Tim Gabungan TNI-Polri. 

"Namun, kita belum bisa mengetahui identitasnya," ucap Kapolda Papua. 

Kapolda Papua juga mengungkapkan bahwa penegakan hukum terhadap markas KKB Kalikopi dilakukan untuk mengantisipasi rencana aksi penembakan. 

"Kami juga telah berhasil mendapat laporan informasi intelijen, apabila KKB merencanakan aksi pada saat pelaksanaan HUT Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2020. Puji Tuhan Yang Maha Esa, kami semua masih dalam perlindungan dan kasih sayangNya," ucap Kapolda Papua.

Selain itu, lanjut Kapolda Papua, masih adanya beberapa kelompok KKB di tembagapura seperti kelompok Lekagak Telengen, Militer Murib dan obeth magay. Sehingga satuan pengamanan gabungan TNI-Polri yang ada di Tembagapura masih melakukan peningkatan keamanan untuk mengantisipasi aksi penembakan. 

"Tim Gabungan TNI-Polri juga masih terus melakukan peningkatan keamanan untuk kita semua, kita yang ada di sini perlu membantu doa supaya semua rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar tanpa adanya korban yang terluka. Terakhir, saya pribadi mengucapkan dan mengapresiasi tinggi keberhasilan Tim Satuan Penugasan Operasi Nemangkawi, semoga Tuhan memberkati kita semua, Amin," tutup Kapolda Papua. 

Comment