No icon

Politik

Harapan Menteri Dalam Negeri kepada Kaum Hawa di Indonesia Sungguh Besar

Poros.news - Tito Karnavian selaku Menteri Dalam Negeri menyebutkan jika emansipasi perempuan di Indonesia sangat maju. Berbagai jabatan dari mulai ketua DPR, menteri hingga presiden pernah dijabat oleh kaum hawa. 

"Suatu saat saya ingin Mendagrinya Wanita," kata Tito. 

Lebih lanjut Tito juga mengatakan jika perayaan Hari Ibu di Indonesia berbeda dengan perayaan Hari Ibu di negara lain. Perayaan Hari Ibu di Indonesia sebagai peringatan dari Kongres Wanita pertama di Yogyakarta, pada 22 Desember 1928. 

Kongres wanita pertama ini dihadiri oleh 30 organisasi kewanitaan zaman itu. Dengan arah pemberdayaan perempuan untuk kemerdekaan Indonesia.

"Organisasi di Jawa dan Sumatera, seperti Muhammadiyah dan NU dan lainnya dengan seribu orang lebih membuat kongres pertama dengan tujuan memperkuat peran wanita untuk kemerdekaan," ujarnya.

Kemudian pada tahun 1953 Presiden Soekarno dengan Dekrit Presiden RI Nomor 316 menetapkan 22 Desember menjadi hari ibu. "Itu yang membedakan perayaan mother's day di Indonesia dengan di negara lain," ujarnya.

Tito menjelaskan perayaan Hari Ibu di Amerika yang jatuh pada 20 Desember mempunyai latar belakang sejarah berbeda dengan di Indonesia. Di Amerika mempunyai latar belakang aktivis yang merawat korban luka perang saudara. 

"Ketika ibunya meninggal dunia, dia ingin memperingati dan mengenang jasa ibu. Kemudian mengajukan adanya satu hari untuk mengenang jasa para ibu dan itu diperjuangkan para ibu," katanya. 

Comment