No icon

Internasional

Presiden Bolivia Minta dengan Hormat kepada Seluruh Menteri Agar Mengundurkan Diri Secepatnya

Poros.news - Jeanine Anez selaku Presiden Bolivia meminta dengan hormat kepada seluruh jajaran menteri di pemerintahannya untuk mengundurkan diri. Jeanine Anez juga menginginkan semua menteri sudah mundur sepelum diadakannya pemilihan umum Bolivia yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Mei 2020 mendatang. 

Diketahui juga jika pernyataan dari kantor kepresidenan Bolivia ini muncul beberapa jam usai Menteri Komunikasi Roxana Lizarraga mengundurkan diri. Ia mundur sebagai bentuk protes terhadap Anez yang memutuskan maju sebagai calon presiden dalam pemilu mendatang.

Selain itu, Anez mengaku tidak berniat untuk menjadi kepala negara secara permanen di Bolivia. Namun pada Jumat kemarin, Anez mengumumkan pencalonan dirinya sebagai capres.

Menurut pernyataan kantor kepresidenan Bolivia, Anez "telah memutuskan meminta pengunduran diri semua menteri untuk mendekati fase baru dalam manajemen transisi demokrasi."

Masih dalam pernyataan tersebut, "penyesuaian" di jajaran kabinet merupakan hal "biasa" dalam sebuah siklus elektoral.

Beberapa jam sebelumnya, Lizarraga yang ditunjuk Anez sebagai menteri pada 13 November, mengkritik pencalonan sang presiden interim. Menurutnya, Anez telah "kehilangan nilai-nilai objektif."

Lizarraga menilai Anez "mulai berperilaku seperti penjahat yang sama" dalam pemerintahan presiden terdahulu di Bolivia, Evo Morales. Morales mengundurkan diri pada 10 November di tengah desakan gelombang protes berskala masif.

Dalam sebuah survei terbaru pada Minggu 26 Januari, tingkat elektabilitas Anez hanya berada di peringkat keempat di angka 12 persen. Sementara peringkat pertama di angka 26 persen diduduki kandidat dari partai milik Morales, Gerakan Sosialisme (MAS).

Mengenai seruannya, Anez mengaku akan "secepat mungkin" membentuk sebuah kabinet baru beranggotakan 20 menteri.

Comment